Dunia Digital Mempermudah Pemasaran Usaha Masyarakat

Sikka NTT -Salah satu jenis strategi pemasaran yang dilakukan para pelaku UMKM juga masyarakat umum yang baru memulai usahanya adalah beragam platform di internet.
Menurut Tisa Caca saat menjadi Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan SIberkreasi wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin 25 Oktober 2021, dengan menggunakan bantuan internet melalui berbagai media atau platform berbasis online sangat mempermudah sisi pemasaran atau marketing saat ini apalagi di era pandemi.
“Segala proses pemasaran dilakukan secara online dengan bantuan teknologi digital yang ada. Semakin banyaknya masyarakat semakin banyaknya naiknya pengguna internet saat ini. Dan keuntungan yang akan didapat dengan penggunaan media internet ini amat banyak,” ujar Tisa Caca dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.
Lebih lanjut kata Tisa, untuk mendapatkan peluang lebih besar lagi maka harus dicoba juga memanfaatkan grup komunitas yang saat ini banyak sekali di medsos. “Kita tidak perlu takut kehilangan konsumen. Kalau kita sudah masuk ke market atau di grup, merekalah yang memasarkan produk-produk kita makanya kita tidak perlu takut,” imbuh Tisa lagi.
Menurut Tisa fitur dan regulasi online marketplace yang baik bisa membuat semakin banyak pelaku usaha yang mempergunakannya sebagai wadah marketing ditambah karena kita tidak perlu modal besar.
“Modal relative tak banyak dibanding misalnya kita mau ke mall atau sewa ruko kita perlu modal yang besar tapi kalau kita die market kita hanya membayar administrasi atau sewa tetapi tidak sebesar kalau kita ruko atau di mall,” bebernya.
Selain itu keuntungan lain adalah kita bisa memantau perkembangan bisnis kita sendiri. Seperti kita bisa lihat siapa-siapa saja yang membeli siapa saja yang mengisi perlu kita udah bener nggak sih kita mengelola pengelolaan e-marketnya.
Namun begitu, kita juga perlu memahami sisi kekurangannya agar bisa mengantisipasinya. Beberapa dari kerugian itu adalah sulit mendapatkan trust dan persaingan antar pedagang juga bisa dibilang tinggi.
Karena ada banyak penjual yang menjual barang yang sama dengan kita miliki. Semisal ada 1000 penjual baju dan kita harus mencari tahu bagaimana caranya kita membuat perbedaan-perbedaan misalnya Kita bedakan di packaging atau kedua kita pakai stiker stiker. “Bisa juga dengan menerapkan gratis ongkir ke teman-teman dan promosi lainnya.”
Selain itu kekurangan lainnya adalah kita amat bergantung pada pengelola online Marketplace. Yang juga harus diperitmbangkan adalah citra toko kita akan sangat bergantung pada citra marketplace karena sebelum kita mendaftarkan marketplace harus mempelajari pemain marketplace ini.
Hal penting lainnya, pengguna harus tahu apakah marketplace yang kita ikuti itu aman juga. Selain itu pilihlah marketplace yang banyak dipakai orang atau marketplace yang hampir sama di HP orang pasti ada.
Selain Tisa juga hadir pembicara lainnya yaitu M Randy Mandala, IT RS ANggrek Mas, Petrus Afendi, S.Pd, Wakasek Kurikulum SMAS Katolik Bhaktyarsa dan M.Dedy Gunawan, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …