Lebih Murah, Begini Tahapan Promosi UMKM di Platform Digital

Morotai Maluku Utara -beberapa tahun belakangan Usaha Kecil dan Menengah perlahan bangkit dan mendukung ekonomi Indonesia. Namun, pandemi Covid-19 sempat memukul keras pelaku UMKM.
“Mayoritas UMKM (82,9%) merasakan dampak negatif saat pandemi. Hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif sepanjang 2020,” ujar Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer Indonesia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, wilayah Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Senin, (25/10/2021).
Ia mengatakan bahwa yang mampu bertahan bahkan tumbuh ialah mereka yang telah beralih ke dunia digital. Chytia mengatakan bahwa sebanyak 11,7 juta UMKM telah beralih ke platform digital.
“Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif 38 persen dan terjadi penambahan lebih dari dua juta UKM masuk ke ekosistem digital,” kata dia.
Lebih lanjut, Chyntia mengatakan bahwa UMKM yang juga telah mengembangkan ke platform digital punya banyak manfaat. Salah satunya ialah menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan berada di platform digital, sebuah UMKM bisa diakses oleh hampir setiap orang.
“Kemudian biaya operasinal juga lebih rendah, karena tidak memerlukan toko secara fisik. MMKM menjadi lebih profesional. Selanjutnya juga budget pemasaran bisa diatur sesuai kebutuhan. Jika sebelumnya harus melakukan promosi lewat televisi, membutuhkan puluhan bahkan ratusan juga,” ujar Chyntia.
Lebih lanjut, ia mengatakan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan promosi lewat platform digital. Adapun tahapan itu yakni, tentukan tempat beriklan yang paling sesuai dengan jenis usaha, siapkan aset foto dan tulisan yang akan diunggah, mulai unggah dan evaluasi secara berkala.
“Tempatnya juga bisa beragam, mulai dari website, media sosial, atau platform ecoomerce,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama juga hadir, Dedy Triawan, CTO MEC Indonesia, Krisna Dwi Payana, Apoteker dan Praktisi Kesehatan, dan Denny Abal sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …