Pentingnya Pemahaman Multikulturalisme dan Kehidupan Berdigital

Puncak Jaya Papua -Dunia digital telah menjadi tempat bermain baru bagi warga dunia khususnya mereka yang telah terkoneksi dengan internet. Di dunia digital, kata Alaika Abdulah, virtual assistant sekaligus konten kreator, ada banyak manusia dari beragam latar belakang baik suku, budaya dan agama.
Untuk itu penting memiliki pehamahaman multikulturalisme atau keragaman kehidupan di dunia. Dijelaskan Alaika, multikulturalisme secara istilah berarti pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia.
“Multikulturalisme dalam Wikipedia, adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan. Perbedaan yang dimaksud di sini adalah berupa perbedaan orang per orang, perbedaan budaya, nilai sistem, politik dan kebiasaan,” kata Alaika saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Puncak Jaya, Papua, Jumat (22/10/2021).
Ia melanjutkan, untuk kawasan Indonesia sendiri, kita dianugerahi dengan keberagaman suku bangsa yang sangat banyak mulai dari 741 bahasa daerah yang disatukan oleh satu bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia.
“Ada 1331 etnis dan suku bangsa di Indonesia,” kata Alaika Abdulah lebih lanjut.
Dari kaitan tersebut, masyarakat digital diminta untuk lebih mawas diri dan memiliki sikap saling menghargai.
“Internet menghubungkan kita dengan dunia luar. Menjadi pintu bagi terbukanya berbagai peluang dan menjadi jendela bagi kita untuk melihat indahnya perbedaan,” tambahnya.
Dengan begitu, kita bisa memahami pentingnya menghargai perbedaan yang ada saat kita ingin diakui sebagai bagian dari masyarakat digital yang santun dan beretika.”
Selain Alaika Abdulah, hadir juga dalam acara webinar yaitu Fajar Sidik, podcaster. Dalam paparannya, lelaki yang juga berprofesi sebagai zinester mengatakan bagaimana peminat baca e-book di Indonesia meningkat selama pandemi Covid-19.
Hal tersebut berdasarkan data dari The Digital Reader di mana pada 2020, pembaca e-book Indonesia berada di posisi 16 dengan hitungan membaca e-book enam jam per minggu.
Hadir dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Puncak Jaya, Papua, Jumat (22/10/2021) yaitu Leonardus Sandu, dan Ichsan Colly sebagai key opinion leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …