Sering Disalahpahami, Ternyata Begini Cara Kerja Seorang Hacker


Lombok utara -Banyak orang masih seringkali tertukar dan salah paham ketika bicara soal hacker dan juga cracker. Padahal, keduanya merupakan aktivitas yang berbeda.
“Istilah hacker yang sering kita salah artikan itu mengenai hal-hal yang merusak/hack seperti facebook, hack email, hack jaringan dan lain-lain,” ujar IT RS Anggrek Mas, M Randy Mandala, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis, (21/10/2021).
Randy menjelaskan, bahwa hacker hacker adalah seseorang atau beberapa orang yang melakukan aktifitas hacking (pembobolan / memaksa masuk).
“Kalau aktifitasnya ada di dalam sebuah jaringan komputer, seorang hacker dapat masuk ke dalam jaringan tersebut dan bisa melakukan akses terhadap semua user di dalam sistem yang terhubung ke jaringan tersebut,” kata dia.
Sementara cracker adalah seseorang yang berusaha masuk ke dalam suatu jaringan komputer. Mereka melakukan pembobolan terhadap password dan security jaringan.
“Keduanya sama-sama melakukan aktivitas penyusupan terhadap jaringan. Keduanya berusaha untuk mendapatkan akses terhadap semua user di dalam jaringan tersebut,” ujar Randy.
Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan tentang perbedaan lebih banyak karakteristik hacker. Randy mengatakan bahwa hacker harus mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
“Jadi jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki,” kata dia.
Selanjutnya, kata Randy, hacker juga mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
“Lalu seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi,” kata dia.
Dalam kesempatan itu juga hadir, Anggie Ariningsih, CEO Tech Company, Baiq Asri Dwiutami, Top 10 Puteri Indonesia NTB 2020, dan Ahmad Affandy sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …