Ada Banyak Kasus Pelecehan di Ruang Digital yang Tidak Dilaporkan

Flores Timur -Pelecehan seksual tak hanya terjadi di dunia nyata. Di ruang digital pun kadang korban maupun pelaku pelecehan seksual tidak menyadari telah melakukan hal yang termasuk dalam pelecehan.
Menurut dokter Ella Kean, Dokter Umum RSUD Hendrikus Fernandez, Founder Lapak Kayya Fam Shop dalam Webinar Literasi Digital wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis 21 Oktober 2021, sexual harassment atau pelecehan seksual merupakan komentar atau perilaku yang tidak baik terhadap orang lain yang mengarah kepada hal-hal seksual yang dilakukan secara sepihak.
“Bisa disebut pelecehan seksual jika pihak yang lainnya tidak menginginkan tindakan ini namun sang pelaku sendiri yang sangat menginginkan untuk melakukan tindakan pelecehan seksual,” ujar dokter Ella dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Lebih lanjut, dokter Ella mengatakan bahwa jumlah kasus sexual harassment tahun 2020 terbilang cukup tinggi, dari data Komnas PErempuan ada total sebanyak 1.944 kasus kekerasan perempuan di ranah publik. Yang terdiri dari kasus perkosaan 715 kasus, pencabulan 531 kasus, pelecehan seksual 522, persetubuhan 176.
“Total kekerasan perempuan berbasis siber 940 kasus (Komnas perempuan) tapi ada banyak juga kasus yang tidak dilaporkan,” imbuh Ella.
Sementara itu fakta tentang sexual harassment adalah bahwa pelecehan dan kekerasan seksual tidak ada hubungannya dengan pakaian korban. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian koalisi ruang publik KRPA tahun 2019 bahwa fakta pakaian korban pelecehan seksual ada 17% menggunakan hijab, 16%memakai baju lengan Panjang, 18% menggunakan rok dan celana panjang 14% menggunakan seragam sekolah serta 14% menggunakan baju longgar.
Fakta lain adalah pelecehan seksual tidak ada hubungannya dengan usia, yang paling tua adalah 70 tahun dan paling mudah yaitu bayi 2 minggu. “Jadi usia tidak menjadi jaminan jadi tidak harus remaja dan dewasa tetapi bahkan kepada orangtua dan bayi pun bisa terkena pelecehan seksual,” bebernya lagi.
Yang lainnya adalah fakta bahwa laki-laki bisa menjadi korban kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual. Dan korban kekerasan seksual paling banyak terjadi pada anak laki-laki sebanyak 122 kasus (Data KPA 2018). Sehingga bisa dikatakan bahwa tidak perempuan saja yang bisa terkena pelecehan seksual.
Dan pelecehan seksual tetap bisa terjadi selama masa pandem, masa PSBB atau PPKM sebab pelecehan dan kekerasan seksual berpindah lokasi dari offline ke online. Ada KBGO (kekerasan berbasis gender online) Ravenge porn dari ranah publik ke ruang privat seperti KDRT dan KDP. Selain itu perilaku menyimpang muncul dalam interaksi sosial pada media sosial dan ini bisa berupa sex testing.
Misal saja kita terima pesan di WA atau messenger yang berbau pornografi. Karenanya bisa dibilang bahwa media sosial sebagai ruang sexual harassment atau mengeksplor. Dari kita bangun pagi kita langsung berinteraksi dengan Instagram, WA, YouTube lalu ke tiktok sepanjang hari. Jadi kita membuka ruang untuk menerima hal-hal yang berbau negatif lalu kita mencoba mengeksposenya.
“Mengexpose misalnya pagi-pagi selfie lalu pas siang-siang makan siang selfie lagi lalu sore selfie lagi begitu terus setiap hari jadi setiap mengekspos tentang dirinya pada media sosial,” jelasnya lagi.
Selain dokter Ella juga hadir pembicara lain yaitu Adinda Atika, VP Business Development, Ika Febriana Habiba CX Manager dan Fitriyani sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …