5 Alasan Pendidikan Literasi Digital Perlu Diberikan di Sekolah

Yapen Papua -Literasi digital menjadi kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa memanfaatkan perkembangan teknologi. Untuk itu, anjuran untuk memberikan pendidikan literasi digital di sekolah pun muncul ke permukaan.
Restyn Yusuf, Duta Rumah Belajar Nasional Provinsi Papua, mengatakan bahwa literasi digital adalah kemampuan individu untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Nah, kemampuan memanfaatkan teknologi ini yang perlu dimiliki semua orang. Istilah kasarnya supaya jadi tidak gaptek,” tutur Restyn, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Yapen, Papua, Kamis (21/10/2021).
Restyn yang juga merupakan seorang wakil kepala sekolah ini menyebut dengan belajar tentang literasi digital, siswa akan mendapatkan digital skill. Digital skill adalah keterampilan digital yang mencakup semua kecakapan umum untuk pekerja, khususnya profesional di bidang teknologi informasi.
“Di masa pandemi, saat semua orang wajib berdiam di rumah, seluruh kegiatan praktis menggunakan internet, termasuk sekolah untuk anak-anak, dan bekerja untuk orangtuanya,” paparnya.
Ia menjelaskan setidaknya ada 5 alasan mengapa pendidikan literasi digital perlu diberikan di sekolah.

  1. Mencegah terkena hoaks
    Derasnya arus informasi yang didapatkan anak saat menggunakan internet membuat risiko terpapar hoaks dan kabar bohong semakin besar.
    “Dengan memiliki literasi digital, maka kemungkinan terpapar hoaks atau bahkan menyebarkannya pun akan berkurang, karena sudah bisa memilih dari mana informasi yang benar dan resmi berasal,” paparnya.
  2. Komunikasi dan kolaborasi
    Perkembangan teknologi praktis membuat jarak bukan lagi penghalang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi ini bisa dikembangkan menjadi kolaborasi antara masyarakat yang bermanfaat.
  3. Menciptakan konten digital
    Restyn mengatakan penggunaan konten digital untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat sangat efektif.
    “Jadi informasi bagus dan bermanfaat yang diterima tidak hanya digunakan sendiri, tapi juga disebarkan ke orang lain lewat konten digital,” tuturnya.
  4. Jaga keamanan data pribadi
    Pencurian data pribadi menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang mengintai pengguna internet.
    “Dengan belajar literasi digital, siswa akan tahu tindakan-tindakan apa saja yang berisiko membuat mereka menjadi korban penipuan online, phising, scam, dan sebagainya,” tutur Restyn.
  5. Mengatasi persoalan
    Manfaat terakhir yang didapat dari literasi digital adalah belajar tentang mengatasi persolan yang muncul.
    “Tidak dapat disangkat bahwa pandemi menjadikan interaksi antara masyarakat semakin terbatas. Karena itu perlu kemampuan literasi digital yang baik untuk tetap bisa bekerja dan bersosialisasi,” paparnya.

Dalam webinar kali ini hadir juga Yulia Dian (content creator dan social media specialist), Nico Oliver (penggiat digital), dan Adhy Basto (key opinion leader).
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …