UMKM Diminta Manfaatkan Teknologi Digital, Ini Sikap yang Harus Dimiliki

Maluku Tenggara barat -Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM telah menjadi sektor ekonomi andalah Indonesia. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, UMKM didaulat sebagai pejuang ekonomi bangsa yang tetap tangguh bahkan terus pertumbuhan.
Bahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut para pelaku UMKM telah menjadi pejuang ekonomi dan keberadaanya menjadi sangat penting. Sebab kata Teten, UMKM telah berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan capaian lebih dari 60 persen.
Hanya saja dibutuhkan lebih kemampuan khususnya dalam bidang digital agar UMKM dapat bertahan di masa saat ini. Dengan pengetahuan tersebut juga, pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital dan mempermudah bisnis mereka.
Dikatakan oleh Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Investama, ada beberapa manfaat teknologi bagi UMKM di antaranya dalam bidang pemesanan, pembayaran, promosi dan layanan.
“Dari segi pemesanan, jadi tidah harus bertatap muka. Cukup dengan aplikasi. Sementara pembayaran bisa melalui aplikasi seperti e-Wallet, QRIS, cicilan atau kredit,” kata Adji Srihandoyo saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Senin (18/10/2021).
Untuk bidang promosi, pelaku UMKM bisa memanfaatkan teknologi digital sebagai metode menyampaikan informasi terkait harga khusus atau diskon dan agenda tertentu. Pun dengan bidang pelayanan di mana pelaku UMKM dapat membagikan informasi terkini hingga layanan purna jual serta wadah penyampaian keluhan.
“Pemanfaatan Teknologi membuat UMKM diberikan banyak kemudahan, menembus batas wilayah dan negara, pasar yang terbuka sangat lebar dan berinteraksi dengan banyak orang,” tambahnya.
Hanya saja, Adji menambahkan, sangat penting bagi pelaku UMKM menyiapkan diri lebih lagi. Semua itu bisa terwujud asal ada motivasi diri, kesiapan produk, kerja keras, mandiri, hingga menjadi pribadi yang ulet.
“Kita harus punya mindset berkembang tanpa sadar, kita harus melompat. Kita bukan di jaman harus lari lagi. Kita perlu selalu punya pemikiran untuk berkembang. Kita sedang menembus pasar global. Kita menjadi lebih banyak teman dan sorotan. Tantangannya kita harus selalu membuka diri dan responsif dan mampu bertahan,” pungkasnya.
Selain Adji Srihandoy, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Investama, hadir pula dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, wilayah Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Senin (18/10/2021) yaitu Andrew Paulo, Forex Trader, Ferdy Karel Soukotta, Duta Wisata Indonesia sekaligus peneliti dan musisi dan Ichal Muhammad sebagai key opinion leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …