Beradaptasi dengan Perkembangan Ruang Digital

Kota Kupang NTT -Teknologi itu sebetulnya diciptakan untuk membantu memudahkan kepentingan manusia. Tetapi kita juga harus sadar bahwa ternyata media internet itu seperti sebuah pisau yang mempunyai dua mata pisau.
Kalau kita gunakan dengan baik maka itu akan memberikan manfaatnya dengan bagus tapi kalau kita salah menggunakannya, maka kita bisa terjebak dengan kejahatan digital atau bahkan berurusan dengan polisi.
Hal itu dikatakan oleh Dr Mas’Amah, S.Pd, M.Si Wakil Dekan 2 Universitas Undana saat menjadi nara sumber dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin 18 Oktober 2021. Dikatakannya juga bahwa data pengguna internet di Indonesia per Januari 2021 populasi ada 274,9 juta lalu pemakai handphone ada 345,3 juta.
Untuk waktu yang dipergunakannya ada 8 jam 52 menit, main game selama 1 jam 16 menit mendengarkan radio selama 33 menit lalu berkomunikasi di elektronik 3 jam 14 menit menonton TV 2 jam 50 menit.
“Realitanya masyarakat Indonesia sudah mulai akrab dengan internet tapi literasi digitalnya itu masih perlu digenjot,” ujar Mas’Amah dalam webibar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Ia mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk terus melakukan sosialisasi literasi digital. Program literasi digital bertujuan supaya literasi digital masyarakat Indonesia itu menjadi sangat terbaik. Masyarakat Indonesia berada pada era digital dan aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technologies).
Ia juga mengatakan terjadi pergeseran pola pikir pola, sikap dan pola tindak masyarakat dalam akses dan distribusikan informasi.
“Masyarakat Indonesia akan semakin mudah dalam mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang menawarkan inovasi fitur dari medium dan komunikasi yang kian interaktif,” imbuhnya.
Lalu contoh lain ada berkomunikasi kalau kita ingin mengobrol dulu kita langsung tatap muka dan sekarang kita bisa melalui chattingan,” jelasnya.
Karenanya ciri generasi digital adalah terkait identitas, generasi digital ramai-ramai membuat akun di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan lain-lain untuk membuktikan kepada dunia mereka eksis. Sementara ciri lain soal proses belajar, generasi digital selalu mengakses dengan Google atau mesin pencari lainnya kemampuan belajar jauh lebih cepat karena segala informasi ada di ujung jari mereka.
Selain Mas’Amah juga hadir pembicara lainnya yaitu Yulia Dian, Social Media Specialist, Chris Jatender Kaprodi IT STTI dan Fitriyani sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …