Membedakan Hacker dan Cracker serta 5 Tingkatannya

Kabupaten Ende -Persepsi masyarakat hingga detik ini masih menganggap bahwa hacker adalah orang yang berbuat kejahatan untuk merusak sistem. Padahal crakcer adalah orang yang merusak sistem pada suatu perangkat. Meski sama-sama bermain di ranah digital, keduanya memiliki tugas berbeda.
Seorang hacker bersifat konstruktif. Titik pusat atau perhatian seorang hacker adalah keamanan dari suatu sistem. Istilah hacker ini diberikan untuk seseorang yang mampu menguasai dan menganalisa sistem, serta membuat sistem itu lebih baik.
“Makanya hacker bersifat konstruktif, menjaga sistem supaya tidak terjadi hal yang tidak baik. Jadi bisa dibilang hacker itu bersifat baik,” jelas Chris Jatender, Kaprodi IT STTI dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (15/10/2021).
Sebaliknya, lawan dari hacker adalah cracker. Pekerjaan cracker adalah orang yang masuk ke sistem orang lain secara ilegal. Tujuan cracker ialah mencari keuntungan pribadi dan merugikan orang lain.
“Hacker dan cracker sebenarnya satu kesatuan, tetapi hanya berbeda tujuan. Keduanya sama-sama harus mengetahui dasar-dasar informasi dari teknik komputer,” tuturnya.
Hacker dan cracker merupakan sebutan untuk individu. Sementara perbuatannya disebut hacking dan cracking. Seorang hacker pun memiliki tingkatan-tingkatannya.

  1. Lamer
    Tingkatan ini merupakan paling dasar, hacker/cracker pada level ini tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang sistem informasi atau digital. Hacker/cracker ini biasanya melakukan carding atau menggunakan software trojan.
  2. Script Kiddie
    Tidak jauh berbeda dengan tingkatan lamer, script kiddie ini memiliki kemampuan networking yang sangat minim. Aktivitas hacking pun tetap menggunakan software trojan.
  3. Developed Kiddie
    Antara script kiddie dan developed kiddie biasanya dikuasai oleh anak yang masih sekolah atau belajar. Kebanyakan hacker tingkatan ini ingin membobol suatu sistem.
  4. Semi Elite
    Tingkatan hacker ini memiliki kemampuan dan pengetahuan yang luas mengenai komputer. Hacker semi elite pun mampu memahami sistem operasi dan memasuki celah keamanannya.
  5. Elite
    Pada tingkatan ini, hacker mengerti sistem operasi secara luar dan dalam, sanggup menyambungkan jaringan secara global, serta terampil menggunakan keahliannya secara tepat. Chris mengatakan, untuk hacker tidak menghancurkan data-data dan selalu mengikuti aturan yang ada.
    Seorang hacker memiliki kode etik dalam pekerjaannya agar tidak merugikan orang lain. Lain halnya dengan cracker yang bekerja untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Karena sejatinya, hacker ialah orang yang membangun, menganalisa, dan memperbaiki sistem agar tidak dirusak orang lain.
    Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ende, NTT, Jumat (15/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Tiara Maharani (Writer – Correspondent Indonesia), Yohanes Paulus Luciany (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Unifor), dan Putri Masyita (Key Opinion Leader).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …