Kreatif Perkenalkan Produk Lokal Melalui Ruang Digital

Lombok Timur -Di masa pandemi ini salah sektor yang terdampak adalah bidang pariwisata, dimana dengan pembatasan mobilitas baik turis domestic dan mancanegara menghilang dari hampir si semua destinasi dunia termasuk di Lombok. Hal ini tentu berdampak juga pada industri rakyat ikutannya termasuk souvenir.
Menurut Ahmad Patoni, SS, M.Pd, Mudir PPSM Takmil Thohir Yasin Kabupaten Lombok Timur dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat 15 Oktober 2021, saat ini banyak orang-orang tidak bisa membeli barang-barang Lombok karena pelaku industry kerajinannya tidak tahu bagaimana memasarkannya.
Produk kerajinan dan produk lainnya banyak di Lombok, inilah pentingnya kita itu belajar tentang digitalisasi. Pertama biar apa yang menjadi produksi masyarakat yang kita keluarkan dikenal banyak orang tidak hanya lingkup dalam kota saja tetapi lebih luas lagi hingga nasional bahkan internasional.
“Siapapun itu bisa di mana-mana orang pasti mengerti memposting sesuatu. Ini lah yang bisa kita pergunakan sebagai mempromosikan produk lokal,” jelasnya.
Sebelum lebih jauh, kita juga harus mengerti tentang e-commerce sebagai salah satu kita berpromosi dan mengenalkan produk lokal ke pasar internasional.
Produk lokal bisa dibilang berasal dari bahan baku lokal atau bahan sendiri dengan tenaga kerja dalam negeri, mereknya merek sendiri dan perusahaan sendiri.
Sementara itu e-commerce adalah penyebaran penjualan pembelian serta pemasaran barang atau jasa yang mengandalkan sistem elektronik seperti internet atau jaringan teknologi lainnya. Sampelnya adalah penggunaan atau pemanfaatan medsos.
Ecommerce beda dengan marketplace, sebab marketplace merupakan salah satu model dari ecommerce. Spesifiknya marketplace merupakan platform tempat bertemunya antara penjual dan pembeli.
Untuk Lombok sendiri, ia menjelaskan banyak sekali produk lokal yang bisa diangkat untuk diperkenalkan selain tentu saja untuk promosi meningkatkan volume penjualan. Semisal kain tenun Sasak, terasi Lombok, mutiara dan beragam produk makanan hasil dari home industry.
“Makanan-makanan rumah itu yang bisa awet dengan secara alami di Lombok Timur ini sudah saatnya kita untuk promosikan perlihatkan kepada dunia sehingga hal yang sederhana buat kita tapi bisa bermanfaat banyak bagi orang-orang di luar,” katanya.
Selain Patoni juga hadir pembicara lainnya yaitu Nannette Jacobus, Branding Strategist, Relawan Kemanusiaan dan Content Creator, Yulia Dian, Social Media Specialist dan Content Creator dan Vizza Dara sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …