5 Peran Orang Tua untuk Cegah Anak Kecanduan Internet


Ambon -Kecanduan internet menjadi masalah kesehatan jiwa yang rentant terjadi pada anak saat ini. Penggunaan gadget yang semakin masif membuat anak-anak terpapar lebih terhadap penggunaan internet dalam kesehariannya.
“Sebenarnya internet jika dimanfaatkan dengan baik bisa memberikan dampak positif. Misalnya, membantu anak cepat mendapatkan informasi. Juga membuat anak senang dan bahagia,” tutur Yazid Yanwar, founder Meraki Agency dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah kota Ambon, Maluku, Jumat 15 Oktober 2021.
Meski begitu penggunaan internet tanpa pengawasan bisa membuat anak kurang berinteraksi dalam keluarga, kurang memiliki empati, dan kecanduan.
Untuk itu, dibutuhkan peran aktif orang tua untuk mencegah anak kecanduan internet, namun tetap bisa mendapatkan manfaat positifnya.
Yazid mengatakan setidaknya ada 5 peran yang bisa dilakukan orang tua, yakni:

  1. Pendampingan
    Orang tua wajib mendampingi anak apabila sedang bermain gadget. Bahkan, orang tua wajib memilihkan tontonan yang mendidik dan berikan penjelasan lengkap bila anak bertanya.
    “Apalagi soal permainan. Orang tua harus mengerti apa yang sedang dimainkan anak. Lebih baik lagi jika permainan bisa dilakukan bersama-sama,” paparnya.
  2. Membuat aturan
    Yazid mengatakan di dalam rumah, harus ada aturan tegas dan jelas mengenai penggunaan gadget dan internet.
    “Berapa durasinya, kapan boleh main, dan aplikasi atau tontonan apa saja yang boleh digunakan anak, harus dijelaskan oleh orang tua,” ungkapnya lagi.
  3. Membangun komunikasi aktif
    Orang tua perlu memiliki kemampuan komunikasi aktif yang membangun keinginan dan kebersamaan dalam keluarga. Yazid mengatakan semakin sering anak berkomunikasi dengan orang tua, semakin rendah risiko kecanduan gadget.
    “Cara membangun komunikasi aktif terbaik adalah dengan melibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga. Misalnya, makan bersama di meja makan, ibadah bersama, bahkan saat belajar,” terang pria berkacamata ini.
  4. Evaluasi dan monitoring
    Evaluasi penggunaan gadget dan internet anak secara berkala. Jika produktivitas anak dirasa menurun atau jadi enggan belajar karena gadget, maka perlu dikurangi waktu penggunaannya.
  5. Dukungan dan bantuan
    Jika anak sudah terlanjur mengalami kecanduan, maka orang tua wajib memberikan dukungan. Hentikan sementara penggunaan gadget anak dan bantu mereka untuk bisa mengatasi kecanduannya.
    “Dukungan wajib diberikan dengan pendekatan cinta dan kasih sayang, komunikasi yang hangat dan lembut. Memarahi anak atau bahkan memukulnya malah membuat anak emosi dan menjauh dari orang tua,” terang Yazid.
    Dalam webinar kali ini hadir juga Forita Djadi (Pemili Deva Wedding & Event), Adrianus Leonardo Maelissa (Pelaku UMKM & entepreneur), dan Sondang Pratama (Sutradara).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …