Karangasem -Kebebasan berekspresi adalah hak setiap orang untuk mencari menerima dan menyebarkan informasi dan gagasan dalam bentuk apapun dengan cara apapun. Dengan memanfaatkan teknologi internet ini menjadi kendaraan untuk semakin menguatkan atau semakin memperluas kebebasan kita dalam berekspresi.
Menurut Cenuk Sayekti, Peneliti dan Dosen saat menjadi nara sumber di Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo dan Siberkreasi di Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa 12 Oktober 2021, istilah kebebasan berekspresi sudah ada sejak zaman Polis Athena di Yunani sekitar 2400 tahun lalu.
“Kebebasan berekspresi awalnya dikenal di Yunani saat ini, hanya orang-orang tertentu saja yang mempunyai hak untuk berbicara seperti golongan elit atau bangsawan, namun orang biasa tidak memiliki hak ini,” ujar Cenuk dalan webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.
Arti kata kebebasan bereskpresi ini dari bahasa Yunani yaitu “parhesia” yang artinya kebebasan berbicara atau berbicara terus terang. Dan jenis kebebasan berekspresi saat itu terbatas dan hanya berlaku bagi sekelompok kecil masyarakat yang berkuasa.
Kemudian konsep kebebasan berekspresi ini berkembang untuk semua kelompok masyarakat dan memperluas kebebasan berekspresi untuk mengembangkan pengetahuan dan mengkritik pemerintahan.
“Konsep ini terus dikembangkan hingga menjadi konsep kebebasan berekspresi yang dikenal sekarang,” imbuhnya.
Di Indonesia pun kebebasan berekspresi ini dilindungi oleh undang-undang. Sementara itu kebebasan ekspresi di dunia maya bisa diartikan sebagai bebas menyampaikan perasaan opini dan kritik tanpa rasa takut mengalami cyber bullying maupun diperkarakan dengan tetap menghargai hak dan kebebasan orang lain.
Selain itu kebebasan berekspresi diartikan sebebas-bebasnya mulai dari hal-hal kecil dalam kegiatan keseharian dan bebas menyatakan pendapat tentang politik, orientasi seksual yakin atau agama dan lain sebagainya.
Namun kebebasan ini tak bisa sebebas bebasnya di ruang digital dan ternyata tidak seindah itu ketika kita memposting sesuatu karena kita juga harus mempertimbangkan respon netizen dan ada UU juga yang melindungi kebebasan orang lain.
Kebebasan berekspresi penting agar orang dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan khususnya di arena politik. Ketika setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapat untuk mengkritik itu merupakan proses yang cukup bagus di dalam arena politik ataupun di dalam pengambilan keputusan. Semakin tinggi indikator kebebasan ekspresi jika di sebuah negara kebebasan yang tinggi dapat dikatakan negara yaitu mencapai stabilitas dan adaptabilitasnya.
Harus diingat pula bahwa kebebasan berekspresi ada batasannya. Meskipun kebebasan berekspresi dilindungi tetapi ada beberapa situasi saat ucapan dapat dibatasi secara sah di hadapan hukum. Antara lain ada jika ujaran atau ekspresi melanggar hak orang lain. Juga jika kebebasan berekspresi itu mendukung kebencian dan memicu diskriminasi atau kekerasan. Salah satu batasannya adalah keberadaan Undang-Undang ITE tahun 2008 pasal 27 28 dan 29 yang sekarang telah direvisi menjadi UU ITE nomor 11 tahun 2016.
Selain Cenuk pembicara lain adalah Hendi Hardiansyah, S.Kom, web Developer, Gabrilianty NAstiti Ayuningtyas, Spv Accounting Analyst dan Denny Abal sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …