Sehatkan Cash Flow Sebelum Berinvestasi

Jembrana -Banyak kemudahan yang didapat dari semakin tersosialisasinya perkembamgan dunia digital. Di antaranya adalah kemudahan berbelanja dengan banyaknya layanan antar makanan dari berbagai platform e-commerce.
Menurut I Made SuasmarajayaS. ST, MM, Brand Manager PT Pegadaian Negara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis 7 Oktober 2021, harus diakui bahwa kenikmatan berbelanja semakin dimudahkan dii masa pandemi ini.
“Yang anda lakukan ketika check out berbelanja online atau membeli makan minum memang enak, memberikan sesuatu semisal kepada anak atau orang tua memang harus disyukuri. Tapi ada yang lebih bermanfaat lagi yaitu berinvestasi,” ujar Made dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.
Disarankan Made, sebaiknya ditunda dulu kenikmatan berbelanja online apalagi di masa pandemi untuk lebih memilih berinvestasi online. Jika keputusan berinvestasi sudah kita tetapkan maka yang pertama tama harus diperhatikan sebelum berinvestasi adalah prinsip 3 M yaitu Mind, Money dan Method.
“Mind artinya kita harud sadar risiko berinvestasi. Kemudian money bisa dipahami sebagai Cash flow yang sehat. Jadi jangan coba-coba berinvestasi sebelum cash flow kita sehat dan ini ada kaitanya tentang pengaturan keuangan dan prinsip ketiga yaitu Method adalah bagaimana cara kita memahami strategi efektif dan efisien,” imbuh Made lagi.
Ada banyak jenis investasi kata Made, yang jangka pendek sampai dengan 12 bulan seperti Deposito, Reksadana, pasar uang. Jangka menengah 2 tahun sampai dengan 5 tahun – RD Pendapatan Telap,Emas dan jangka panjang lebih dari 5 tahun bisa berupa saham, RD Saham. Ia juga merekomendasi produk investasi yang bisa dipilih yaitu Tabungan, deposito dan obligasi pemerintah relatif sangat aman.
“Kalau yang resiko sedang ada investasi emas, properti, Reksadana pasar uang dengan pendapatan tetap. Sedangkan investassi dengan risiko tinggi ada saham dan reksadana,” bebernya.
Beragam jenis instrumen investasi ini tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Semisal tabungan kelebihannya dapat diambil kapan saja dan kekurangannya adalah bunga bank untuk tabungan kecil.
Sedangkan Deposito kelebihannya bunga deposito lebih besar dari tabungan tapi kekurangannya terdapat penalti apabila dicairkan sebelum jatuh tempo. Untuk Reksadana kelebihannya investasi imi dikelola secara profesional oleh manajer investasi dan kekurangannya yaitu biaya pengelolaan cukup tinggi.

Selain Made para pembicara lain yang berbagi wawasan tentang literasi digital adalah M. Dedy Gunawan, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI, Azizah Zuhriyah Head Division Finance TC Invest dan Fitriyan sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …