Kecanduan Internet Bisa Menyebabkan Depresi

Denpasar -kehidupan kita memang tidak bisa disangkal lagi jika nternet sudah menjadi kebutuhan semua orang. Dengan didukung dengan adanya segala macam gadget yang memudahkan kehidupan kita yang terkoneksi dengan internet.
Menurut Gebryn Benjamin, Lead Creative dan Marketing Strategydalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Kamis 7 Oktober 2021, proses digitalisasi atau transformasi digital harusnya terjadi perlahan-lahan secara natural.
“Mungkin kalau tidak ada pandemi kita yang rasakan saat ini sekitar 3 sampai 4 tahun lagi baru kita terbiasa berbudaya atau gaya hidup digital. Tapi karena pandemi proses ini berlangsung dengan lebih cepat,” ujar Gebryn dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.
Saat ini, kata Gebryn kita belajar dari jarak jauh hal itu karena pandemi suka tifak suka siap tak siap semua harus beradaptasi dengan keadaan memanfaatkan teknologi, memanfaatkan internet sehingga kita bisa tetap melakukan tatap muka melakukan belajar.
Sebagai gambaran, Penggunaan internet di Indonesia di awal 2020 ada 175,7 juta. Lalu di awal tahun 2021 ini ada 202,6 juta atau bertambah 15,5%. Pengguna internet di Indonesia meningkat 15,5% atau 27 juta jiwa jika dibandingkan awal tahun 2020.
Ada beragam alasan mengapa seseorang menggunakan internet. Yang pertama adalah untuk bersosial media, yang kedua adalah komunikasi, yang ketiga adalah hiburan terutama game yang dikuasai dengan generasi Z.
Selabjutnya alasan yang ke empat adalah untuk layanan publik dan untuk mengakses informasi, berita, belanja, hiburan lainnya. Sementara itu pengguna sosial media di Indonesia. Sebanyak 83,9%, non sosial media 16,1%. “YouTube sekarang digunakan hampir hampir 100%. Lalu WhatsApp karena tadi seperti yang sudah diperlihatkan komunikasi juga nomor 2,” imbuhnya.
Sememtara rata-rata orang-orang Indonesia sehari dalam 24 jam ia itu menggunakan internet banyak yang menjawab lebih dari 8 jam.
“Coba renungkan berapa kali kita mengecek internet dalam sehari?5 kali?12 kali?100 kali?atau mungkin lebih?” lanjutnya.
Tanpa disadari banyak dari kita yang tanpa sadar sudah kecanduan internet. Sebelum tidur dan bangun tidur cenderung yang kita lakukan pertama kali ialah mengecek handphone. Internet disebut sudah tidak sehat bagi kita jika sudah kecanduan Pornografi, Game, Perjudian, Hutang, Kejahatan, Hoax,radikal, Phising, spamming, Hack,scamm, Penipuan. Bahkan jika sudah kecanduan maka bisa berakibat depresi.
Selain Gebryn jiga hadir sejumlah pembicara yang turut berbagi wawasa literasi digital yaitu Nico Lliver Penggiat Digital dan Content Creator, Ricky Aurelius Nurtanto Diaz, S.Kom dan Chika Mailoa sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …