Yuk Cari Tahu, Amankah Internet untuk Anak Anda?

Badung, Bali -Internet bisa diakses oleh siapa saja, mulai dari orang tua hingga anak termasuk anak-anak yang belum cukup umur sekalipun. Apalagi di masa pandemi internet ini bisa dimanfaatkan oleh banyak orang juga oleh siswa siswa yang butuh pembelajaran secara daring di masa pandemi dengan pembatasan mobilitas masyarakat.
Menurut Maha Putra Jaya, S.Pd Wakil Ketua Peradah Kota Denpasar dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Badung, Bali Rabu 6 Oktober 2021, semua tanpa terkecuali butuh internet.
“Faktanya memang semua orang termasuk anak butuh internet tapi harus dipahami apakah internet yang kita pakai itu aman terutama untuk anak kita. Karenanya orang tua berperan penting memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak,” ujar Maha dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Untuk mengetahui langkah keamanan apa yang akan diberikan kepada anak, harus diketahui terlebih dahulu seluk beluk internet. Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara satu media elektronik dengan media elektronik yang lain dengan cepat.
“Secara tidak langsung dengan adanya internet ini terjadi koneksi antara a dan b dari jarak yang jauh akhirnya digabungkan dalam suatu jaringan. Maka dari itu perkembangan teknologi ini itu bisa dikatakan pasti ada dampak negatif dan positifnya,” jelasnya.
Terkait dampak negatif dan positif, maka timbul pertanyaan: Apakah Internet aman untuk anak? Untuk menjawabnya terlebih dulu kita juga harus memahami bahwa kita memang harus mengikuti perkembangan zaman karena mau tidak mau zaman selalu berkemban.
Secara tidak langsung kita harus mengikuti apa yang harus kita ikuti tetapi dengan step by step yang benar. Ibaratnya internet ini seperti sebilah mata pisau ketika dipegang oleh orang yang benar dengan istilahnya pengetahuan yang benar misalnya akan digunakan secara benar karena banyak manfaatnya tetapi kalau dipegang oleh orang yang tidak benar maka akan digunakan dengan tidak benar.
Posisi orang tua itu ada di tengah-tengah dari internet yang memberi dampak positif dan negatif sehingga orang tua harus memberikan sekat. Karenanya ada banyak peran orang tua terkait keamanan internet. Di antaranya adalah untuk pendampingan yang merupakan suatu proses pembelajaran yang penting dan wajib dilakukan bagi orang tua terhadap anak ketika menggunakan internet untuk menghindari hal-hal negatif dan anak mendapatkan apa yang dicari secara terukur.
Selain itu peran orang tua juga berperan untuk menciptakan suasana yang nyaman di keluarga. Juga membangun komunikasi yang baik, mengajarkan tanggung jawab dan mengajarkan arti adaptasi atau penyesuaian.
Selain Maha Putra Jaya, pembicara lainnya yang juga hadir berbagi wawasan literasi digital secara daring ini adalah Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Tri Capital Investama (TC Invest), M.Dedi Gunawan, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI dan Tisa sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …