Yuk, Ciptakan Cuan Lewat Medsos

Denpasar -Perkembangan media sosial saat ini sangat digandrungi oleh setiap orang, beragam fitur menarik yang selalu saja aka nada inovasi baru yang menarik terutama untuk mencari hiburan seperti reels dari Instagram menyusul TikTok ang telah lebih dulu menjadi penghibur para pengguna medsos.
Tapi, jangan hanya memakai internet untuk mencari hiburan saja, banyak juga saluran saluran di internet yang bisa kita manfaatkan untuk menciptakan lahan mencari Cuan atau penghasilan yang sangat perlu apalagi di masa pandemi.
Seperti yang dikatakan oleh Yulia Dian, Sosial Media Specialist dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Selasa 5 Oktober 2021, bahwa sekarang ini banyak sekali mencari cuan di ruang digital bahwa dengan tanpa modal.
“Banyak sekali fitur di internet termasuk media sosial untuk mencari cuan bahkan dengan moda Rp0 dan semuanya tergantung usaha dan semangat kita. Apalagi di masa pandemic,” kata Dian dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.
Lebih lanjut kata Dian menurut survei dari Kata Data, banyak dampak pandemi covid yang dirasakan oleh pelaku UMKM. 56,8% UMKM berada dalam kondisi buruk, 14,1% UMKM berada dalam kondisi baik,82,9% mengalami dampak negatif dari pandemic dan 63, 9% dari UMKM terdapat penurunan omzet lebih dari 30%.
“Dan para pelaku UMKM melakukan sejumlah strategi bertahan seperti langkah efisiensi dengan menurunkan produksi barang atau jasa, mengurangi jam kerja dan jumlah karyawan dan saluran penjualan pemasaran atau sebaliknya menambah saluran pemasaran. Dan dampak penurunan ini sangat signifikan apalagi kita sudah 2 tahun berjalan mengalami pandemi,” imbuhnya.
Namun, meskipun terdengar sulit tapi ada positifnya, menurut survei banyak usaha yang bertahan lebih dari 1 tahun di era pandemi ini tepatnya 62,6%, sementara 68 persen merasa optimis dengan persepsi usaha baru.
oleh karenanya kita harus meningkatkan literasi digital atau digital skill untuk meningkatkan kemampuan untuk meng-upgrade kemampuan-kemampuan usaha-usaha ke dunia digital. Akan ada lahan cuan di ruang digital agar kita tetap bertahan di era pandemic ini.
“Misalnya kita jual pisang goreng di depan SD yang beli hanya orang-orang di sekitar tapi kalau kita lewat online banyak yang beli dan banyak orang-orang randem mencari produk kita di go-foofd atau bisa msasuk ke marketplace sehingga pemasaran sampai keluar Indonesia,” jelasnya lagi.
Untuk itulah kita harus mau mengupgrade kemampuan diri dan jangan merasa ilmu kita cukup karena akan banyak ilmu yang bisa didapat gratis di ruang digital. “Jika tak punya modalpun kita bisa dropshippe, reseller atau afiliasi yang penting kita mulai saja dulu,” ujarnya.
Selain Yulia Dian, juga hadir pembicara lainnya yaitu M.Randy Mandala Putra IT RS Anggrek Mas, , Gerson Feoh, S.Kom, MT, MOS, Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Dhyana Pura dan Ainun Auliah sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …