Pakar Sarankan Contoh Password Ideal: Makin Alay Makin Bagus!

Ternate Maluku -Password atau kata sandi merupakan kumpulan karater atau string yang digunakan pengguna jaringan untuk memverifikasi identitas diri kepada sistem keamanan jaringan tersebut. Dalam banyak kasus, pengguna digital akan membuat password atau kata sandi yang mudah mereka ingat seperti tanggal dan tahun lahir, nomor ponsel, nomor rumah, hingga nama binatang peliharaan mereka.
Padahal, itu sangat berisiko dan bisa saja diketahui dan ditembus oleh orang lain yang telah melakukan profiling. Dikatakan oleh Sofia Sari Dewi, konten kreator, makin alay sebuah password, maka makin tinggi tingkat kemananan password tersebut.
“Makin alay makin bagus, misal password-nya pakai simbol, huruf besar huruf kecil,” kata perempuan yang juga desainer fesyen tersebut, saat berbicara dalam acara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Ternate, Maluku Utara, Jumat (1/10/2021)
Dalam acara yang sama, Sofia juga menerangkan tentang maraknya kasus penipuan di media sosial Instagram. Berbeda dari e-commerce yang menampung para penjual dan reseller, akun penjual di media sosial seperti Instagram umumnya berdiri sendiri.
Maka konsumen akan kesulitan untuk melaporkan jika menemukan tindak kejahatan atau penipuan saat bertransaksi dari media sosial Instagram.
“Untuk cek toko penipu di Instagram, coba cek kasus penipuan di akun @indonesiablacklist. Mereka telah mengumpulkan dan menyusun kasus penipuan yang terjadi di toko daring maupun Instagram,” tambah Sofia.
Selain Sofia Sari Dewi, hadir juga sebagai pembicara public figur Ainun Auliah. Dalam paparannya, Ainun mengatakan ada beberapa manfaat dari internet seperti membantu anak dan dewasa bereksplorasi, sebagai sumber mencari hiburan, sebagai sumber pendapatan dan terakhir, memperluas jaringan pertemanan.
Namun bagai pisau bermata dua, internet juga memiliki sisi negatif yang telah banyak dibuktikan, salah satunya adiksi. Adiksi internet pada akhirnya, dapat membuat kehidupan keluarga terganggu, menganggu pekerjaan, menganggu pendidikan dan kesehatan dan kurang bersosialisasi di kehidupan nyata.
“Katena internet, kita bisa terpacu dengan kehidupan orang lain di media sosial. Orang lebih suka melihat kehidupan orang lain yang enak banget senang terus. Jadi kita malah membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Anak kecil juga bisa kecanduan media sosial,” kata Ainun.
Lebih lanjut, Ainun juga menjelaskan tentang jenis-jenis kecanduan internet paling umum yaitu kecanduan media sosial, kecanduan online shop dan kecanduan game online.
“Kecanduan online shop bisa membuat kita impulsif dan gak mtahi mana keinginan dan mana kebutuhan. Kita tidak dilarang main media sosial, tapi jangan sampai kita dikendalikan oleh media sosial kita. Melainkan kita yang mengendalikan diri kita sendiri,” pungkas Ainun.
Selain Sofia Sari Dewi dan Ainun Auliah, hadir pula dalam acara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (1/10/2021) yaitu Ketua GENPI Maluku Utara Sofyan Ansar dan Gabrilianty Nastiti Ayuningtyas.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …