Metode Pendidikan Generasi Alpha Berbeda dengan Generasi Sebelumnya

Lombok Barat -Kecanggihan teknologi digital di era saat ini relatif mudah digunakan untuk anak muda yang kebanyakan dalam Generasi Z juga Y. Hal tersebut bertolak belakang dengan generasi orang tua yang didominasi oleh generasi X dan yang di atasnya.
Generasi di atas ini lebih banyak yang tidak paham teknologi dan perlu kerja keras untuk beradaptasi. Sementara generasi atau Gen Alpha sangat akrab dengan teknologi digital sebab sejak lahir mereka sudah berkenalan dengan teknologi ini.
Menurut Nico Oliver Pegiat Digital & Content Creator dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis 30 September 2021, akrab dan paham akan teknologi merupakan salah satu karakter generasi Alpha.
Selain itu generasi ini memiliki karakter kecerdasan artifisial yang menjadi realitas mereka, Mereka juga membutuhkan pembelajaran sangat personal dan sosial media menjadi mode interaksi sosial.
“Generasi yang hidup saat ini juga tidak dapat diprediksi dan cenderung berpikiran terbuka, peduli dengan lingkungan dan sosial , kritis terhadap informasi dan kreatif serta tidak suka mengikuti aturan,” ujar Nico dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.
Dengan sejumlah karakteristik yang sebagian besar tak dipunyai oleh generasi sebelumnya ini otomatis metode atau cara mendidik mereka juga berbeda. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru bagaimana mendidik generasi Alpha menjadi generasi yang tidak hanyut dalam dampak negatif ruang digital.
Salah satu tantangan guru generasi Alpha adalah soal pentingnya beradaptasi dengan kondisi. Selama ini mungkin kita terbiasa dengan terpacu dengan hanya metode-metode yang diajarkan. Tetapi sebenarnya sebagai seorang pendidik atau orang tua juga jangan hanya mengandalkan menulis. Jangan hanya hanya menyuruh menulis-nulis saja, namun kita juga harus beradaptasi dengan kondisi agar kita bisa memahami sebagai guru atau sebagai pendidik.
Kita harus memahami apa yang dibutuhkan oleh murid-murid dan apa yang dibutuhkan oleh orang tua murid. Karenanya kita harus memahami metode pembelajaran apa yang cocok untuk anak-anak.
Terkait metode pembelajaran generasi Alpha yang cocok adalah yang berbasis digital karena generasi ini amat dekat dengan teknologi dan tidak lepas dari internet. Metode lain yang amat mereka sukai adalah visual menarik dan desain menarik serta menggunakan gambar atau video.
Juga metode interaktif komunikasi dua arah, permainan dan eksperimental karena generasi Alpha lebih suka dengan bentuk permainan dan eksperimental.
Selain Nico juga hadir pembicara lain yaitu Ody Waji, CEO Waji Travest, Dr.Ilham, S.Pd, M.Pd, Dosen Universitas Muhammadiyah MAtaram NTB dan Sri Rahma Dani sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …