Ini yang Mesti Dilakukan Orangtua Saat Dampingi Anak Akses Internet

Nagakeo NTT -Dalam beberapa tahun belakangan, perkembangan internet makin pesat. Semua aktivitas beralih ke dunia maya. Terlebih dalam situasi pandemi, baik kerja maupun sekolah kini dilakukan secara online. Sehingga, sulit untuk menghindari anak dari paparan internet.
Untuk itu, yang bisa dilakukan oleh orangtua mendampingi dan mendidik anak dalam menggunakan internet. Hal itu seperti diungkapkan oleh Muhammad Abdullah, Aktivis Pemuda Nagakeo dan Pegiat Digitalisasi Objek Wisata, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu, (29/9/2021).
“Orangtua perlu megawasi apa yang boleh dan tidak boleh diakses oleh anak,” ujar Abdullah.
Ia mengatakan bahwa orang tua harus menjadi contoh bagi anak dalam mengakses internet. Selain itu, penting untuk terus mendampingi mereka saat menggunakan gadget.
“Terus update tentang media digital yang terus berkembang dan penuhi dengan interaksi,” kata dia.
Selanjutnya perlu juga orangtua membuat aturan dan meminta anak untuk mematuhinya. Orangtua, kata Abdullah, perlu mengatur jam berapa dan berapa lama durasi anak dalam menggunakan internet.
“Kemudian juga sepakati aplikasi dan tayangan mana yang boleh dan tidak boleh. Beri mereka apresiasi jika mereka mematuhi aturan tersebut,” kata Abdullah.
Selain itu, orangtua juga perlu mengkritisi konten yang diakses anak. Caranya, bisa dimulai dengan cara pandang positif dan hindari emosi.
“Pastikan juga tersenyum dan gunakan bahasa tubuh yang hangat. Dan kemudian fokus pada perilaku bukan orangnnya,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Lead Creative dan Marketing Strategy, Gebryn Benjamin juga memaparkan pentingya untuk mengenali karakteristik generasi alpha. Pemahaman ini penting dimiliki oleh guru dan juga pengajar bagi generasi alpha.
“Generasi alfa sebagai generasi digital paling native. Gadget sudah menjadi bagian dari hidup mereka sepenuhnya dari mereka lahir,” kata Gebryn.
Ia melanjutkan bahawa secara pendidikan dan kehidupan generasi alfa berbeda dengan generasi sebelumnya. Mulai dari gaya belajar, materi yang dipelajari di sekolah sampai ke pergaulan sehari-hari.
“Ruang dan waktu tidak lagi menjadi batasan, jarak semakin tidak berarti, pergaulan tidak lagi ditentukan dari faktor lokasi” kata dia.
Jika dibanding dengan generasi Z, Gebryn menjelaskan bahwa generasi alfa mengenal komputer dan internet dan IOT sejak lahir. Sedangkan generasi Z belum mengenal IOT.
Dalam webinar tersebut juga hadir pembicara lainnya, Grace M. Moulina, Head of Marketing Communications Financial Company, dan dan juga Denny Abal sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …