Ciptakan Budaya Digital yang Baik di Dalam Rumah untuk Anak

Dompu NTB -Menurut survei Google, ada tiga kekhawatiran terbesar orang tua saat ini yaitu keamanan informasi anak dan interaksi anak di internet serta konten yang dikonsumsi anak. Kekhawatiran ini semakin besar untuk orang tua yang memiliki anak-anak sekitar usia 10 tahun saat ini atau yang disebut dengan Generasi Alfa.
Menurut Yulia Dian, Social Media Specialist dan Content Creator dalam Webinar Literasi Digital wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu 29 September 2021, Generasi Alpha akan menjadi yang paling terdidik, hal yang paling bisa mempengaruhi generasi Alpha adalah saat pandemic dan peningkatan penduduk generasi Alfa ini sangat sangat tinggi.
“Dari data Badan Pusat Statistik, pada bulan Februari sampai September 2020 ada 29,4 juta jiwa Gen Alfa 2012 sampai 2021. Sementara itu generasi milenial ada 69,38 juta jiwa. Dan ada 51% orang tua yang khawatir tentang keamanan digital anak,” ujar Yulia Dian dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.
Untuk mengikis kekhawatiran ini, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan para orang tua seperti dengan menciptakan budaya di dalam rumah lewat pendekatan yang baik kepada anak. “Orang tua tidak hanya dengan cara mengomel saja kepada anak, apalagi jika saat mengomel orang tua juga sambil memegang HP,” imbuh Dian.
Selain itu orang tua juga bisa membangun kepercayaan anak, meski kadang apa yang orang tua menasehati akan menjadi hal yang terbaik untuk mereka. Juga yang tak kalah penting adalah menerapkan disiplin kepada anak karena sikap disiplin akan berangsur menjadi kebiasaan.
“Dimulai dengan pembiasaan yang akan menjadi rutinitas hingga bisa menjadi budaya,” katanya.
Harus diakui memang bahwa banyak bahaya yang mengintai anak di ruang digital padahal anak jaman sekarang tidak bisa lepas dari gadget baik itu untuk kepentingan memperoleh informasi, belajar maupun mencari hiburan.
Bahaya-bahaya itu bisa ada saat anak chat yang akan menimbulkan juga cyberbully atau cyber criminal. Jika sudah mengarah ke dua hal ini maka segeralah memblok akun yang bersangkutan. Pun cyberbyllying bisa terjadi dalam games yang anak mainkan.
Serta dalam media sosial kerap anak bersinggungan dengan konten unggahan yang tidak diinginkan yang pada akhirnya akan mengarak ke online predator. Selain itu saat anak berada di ruang digital ancaman virus dan malware juga bisa muncul ketika anak mengdownload beragam software.
Selain Yulia Dian juga hadir pembicara lainnya yaitu Tiara Maharani, Writer dan koresponden Indonesia untuk TTG Asia, Herdiansyah, Ketua Umum HMI Cabang Dompu dan Sondang Pratama, seorang Sutradara sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …