Mencari Solusi Kesenjangan Digital di Daerah 3T

Malaka NTT -Kondisi Indonesia yang sangat beragam mulai dari geografis budaya dan karakternya, tidak hanya menjadi aset sumber daya rakyat Indonesia tapi juga merupakan salah satu titik potensi masalah. Di mana ketika keragaman ini dimasuki oleh teknologi yang sifatnya seragam dan kita harus bisa semua dan itu merupakan sebuah masalah.
Hal ini dikatakan oleh Fajar Sidik, Zinester & Podcaster at 30 Degree Media Network dalam Webinar Literasi Digital wilayah Malaka, Nusa Tenggara Timur, Selasa 28 September 2021. Dikatakan oleh Fajar bahwa masalah ini akan lebih dirasakan oleh wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3 T yaitu yang daerah terluar, tertinggal dan terdepan.
“Masih banyak daerah 3T di Indonesia, dalam Perpres nomor 63 daerah itu ada di 62 kabupaten yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia, 4 provinsi di Indonesia bagian Barat 3 provinsi di bagian tengah dan 4 di bagian timur,” jelas Fajar dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.
Lebih lanjut kata Fajar, Sementara untuk wilayah Indonesia Tengah ada 1 kabupaten di NTB 13 di NTT 3 di Sulawesi dan ini merupakan masalah yang harus pertama-tama dipahami hal-hal seperti ini kita bisa harus dicari solusinya bersama-sama.
“Masalah ini bisa kita kembangkan untuk menjadi sebuah solusi, tidak hanya kesenjangan dari ruang digital saja yang kita lihat di dalam masyarakat 3T ini kesenjangan lain adalah diri kita sendiri kesenjangan tersebut bisa disebut kesenjangan digital divide,” imbuhnya.
Banyak faktor dari kesenjangan ini diantaranya karena faktor lifestyle, geografi, infrastruktur, sosial ekonomi dan juga akses komunikasi. “Semisal cara berkomunikasi rentang usia semuanya mempengaruhi faktor-faktor kesenjangan digital di mana saat ini semua orang hampir di berbagai usia sudah memanfaatkan internet yang jadi sebuah kebutuhan,” jelasnya.
Khusus untuk kesenjangan skill digital, untuk anak-anak mudah yang lahir sudah ada internet menjadi lebih mudah. Sedangkan untuk yang generasi sebelumnya harus belajar lagi bagaimana cara mengoptimalkan dan mencari cara aman berinternet dan harus belajar lagi.
Saat ini informasi didapatkan tidak hanya dari mulut ke mulut, tidak hanya dari surat kabar tapi dari semua Media elektronik video TV dan informasi didapatkan dari medsos juga berita portal.
Untuk mengatasi kesenjangan digital itu bisa diibaratkan sebuah puzzle, kita harus bekerja sama untuk membenahi kesenjangan yang ada. Jadi harus ada sinergi dari banyak pihak termasuk dari pemerintah dengan menyiapkan fasilitas dan layanan layanan infrastruktur.
Di beberapa instansi pemerintah juga sudah mulai mengintegrasikan layanan layanan di daerah dengan website. Dari website tersebut kita bisa mendapatkan informasi yang lengkap terhadap suatu wilayah sinergi dan dengan shifting regional
Masyarakat juga perlu berkolaborasi atau menunjukkan partisipasinya, komunitas lokal semuanya harus mau belajar, semua harus mengupgrade dirinya untuk mencari tahu hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menipiskan kesenjangan digital yang ada ini. “Salah satunya adalah dengan program-program digital literasi seperti webinar literasi digital seperti ini yang bisa menjangkau lebih banyak lagi wilayah-wilayah di Indonesia termasuk wilayah 3T yang masih sangat perlu diperhatikan.”
Selain Fajar juga hadir pembicara lainnya yaitu Ilham Faris, Digital Strategist, Cecilia Bere Buti, Wakil Ketua Deskranasda Kabupaten Malaka dan Masra Suyuti sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …