Jangan Langsung Percaya Seseorang di Medsos

Denpasar -Saat ini masyarakat hidup di era digital dimana media sosial tidak untuk hanya ajang sosialisasi tapi bisa digunakan untuk berbisnis dan menciptakan karya. Bahkan, internet sudah jadi kebutuhan primer yang memenuhi hampir seluruh ruang kehidupan dari segi sosial hingga ekonomi.
Menurut Fitriyani saat menjadi Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Denpasar, Bali, Selasa 28 September 2021, banyak manfaat positif yang didapat dari internet seperti sebagai sumber informasi dan hiburan bagi penggunanya.
“Dengan gampangnya kita bisa sekarang mengakses Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube. Juga sekarang beberapa platform sudah menyediakan fitur dan akses yang mudah agar orang-orang bisa dengan mudah mengakses sosial media,” ujar Fitriyani dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.
Selain itu, lanjut Fitriyani, ruang digital juga sangat efektif untuk sarana berbisnis, berjualan online. Siapapun yang memiliki usaha online bisa mendaftarkan di e-commerce. Internet juga menjadi alat untuk berkomunikasi dengan pengguna lain.
“Ada beberapa sosial media yang menyediakan fitur dan akses yang cukup mudah agar setiap orang bisa terhubung dengan baik walaupun berkomunikasi dengan jarak yang jauh,” imbuhnya.
Selain banyak manfaat ada juga dampak negatif dari internet yang juga wajib diwaspadai. Semisal bila informasi pribadi ini disalahgunakan akan membahayakan yang memberi informasi tersebut, karena informasi pribadi itu akan bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Juga internet bisa menjadi ladang dari banyaknya penipuan, pelecehan seksual. Contohnya ada orang yang berkomentar tidak senonoh di postingan teman-teman serta banyak video atau gambar mengenai kekerasan. Memang di satu sisi media sosial membutuhkan banyak konten kreator yang diwarnai bercandaan tapi itu bisa membuat anak di bawah umur meniru perlakuan tersebut.
Karena setiap pengguna internet wajib bersikap bijak sebelum mengunggah ataupun mengunduh sesuatu di ruang digital. Ada banyak hal yang kita bisa lakukan dalam hal ini. Diantaranya adalah jangan asal posting content.
“Karena ingat akun sosial media teman-teman bisa dilihat oleh semua orang. Meskipun media sosial saat ini ada fitur privacy tapi tidak ada salahnya juga kita menggunakan media sosial secara baik,” sarannya lagi.
Yang juga penting harus diingat adalah jangan pernah mencantumkan informasi pribadi di ruang digital karena bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Pun kita juga harus menjaga etika.
Tidak hanya di kehidupan sehari-hari tetapi di media sosial juga tentunya media sosial juga memberikan kebebasan bagi para penggunanya tetapi bukan berarti kita bebas pula untuk bermedsos. Kita harus menggunakan kata-kata baik saat kita ingin berkomentar di sosial media, hindari penggunaan kata-kata kasar atau yang mengandung SARA.
Harus diakui juga bahwa biasanya kita melupakan etika dengan banyaknya kata-kata kasar atau kata-kata yang tidak baik kita. Padahal belum tentu orang yang kita komentari mau menerima candaan yang kita anggap lucu tapi belum tentu orang anggap hanya main-main saja.
“Dan yang paling penting kita harus tahu sama siapa kita terhubung di sosial media kita. Juga kita harus selalu waspada dan jangan langsung percaya karena di luar sana pasti akan ada orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Andrew Paulo Forex Trader, Nurul Amalia, Pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator, Forex Trader, Gede Indra Raditya Martha, S.TI, M.Kom, Technopreneur, Dosen ITB STIKOM Bali dan Fitriyani sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …