Menjadi Positif, Kreatif, dan Aman di Internet

Ende NTT – Tidak bisa dipungkiri bahwa internet saat ini memenuhi hampir seluruh kebutuhan manusia. Manfaat yang bisa dirasakan, internet memudahkan konektivitas dan komunikasi, informasi, edukasi, bisnis, hingga hiburan.
“Dari perkembangan internet ada manfaat dan dampak positifnya. Menerapkan kebiasaan positif di internet berpengaruh ke kehidupan kita sehari-hari,” tutur Dhan Geisha, key opinion leader dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/9/2021).
Hal positif di internet dapat dilakukan dengan mengakses dan mengunggah konten positif. Menurut Dhan, konten positif mempengaruhi algoritma media sosial kita. Apabila mengakses konten negatif atau sesuatu yang tidak disuka, maka itu akan terus muncul di timeline media sosial, begitu pun dengan konten positif. Kemudian, menggunakan bahasa yang baik dan benar, menghargai perbedaan di media sosialm dan selalu saring sebelum membagikan konten kepada orang lain. Kita juga bisa menginspirasi orang dengan melakukan hal-hal positif.
“Dengan positif di internet, kita sudah otomatis menjadi orang yang kreatif. Orang-orang kreatif di internet itu banyak sekali jenisnya,” ucapnya.
Dhan memaparkan, beberapa ciri orang kreatif di internet itu mampu membedakan berita hoaks dan berita benar. Kemudian, bisa mendapatkan penghasilan dengan mengandalkan kreatifitas di internet. Lalu, memiliki pemikiran yang terbuka dan luas, serta bisa berperan dalam memajukan bangsa sebagai agen perubahan.
Namun, di balik semua itu ada hal yang perlu diperhatikan ketika kita menggunakan internet, yaitu menjadi aman. Salah satu dampak negatif internet adalah potensi kejahatan siber. Oleh karena itu, kita perlu mengamankan diri saat menggunakan internet. Upaya menjaga keamanan diri yang pertama membuat passrod yang kuat menggunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Kedua, mengaktifkan autentikasi ganda. Ketiga, mengurangi penggunaan wifi publik untuk aktivitas transaksi dan perbankan. Keempat, menjelajahi dan mengakses situs terpercaya.
Lanjutnya, kelima memvalidasi dan waspada terhadap link mencurigakan. Keenam, menjaga jejak digital selalu positif, serta menjaga privasi di ruang digital dengan tidak menyebarkan identitas diri sembarangan.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ende, NTT, Kamis (23/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Nurul Amalia (Pramugari Saudi Airliners), Forita Djadi (Pemilik Deva Wedding & Event), dan Sofia Sa’o (Lektor – Universitas Flores).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus Gelar Aksi Serentak “Green Employee Involvement” Bersama 2250 Peserta Menuju Masa Depan Berkelanjutan

LOMBOK – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PLN Icon Plus menggelar aksi serentak bertajuk …