Yuk Kenali Karakter Generasi Alfa

Badung -Saat ini perkembangan teknologi dan informasi digital semakin canggih dari hari ke hari. Seiring waktu akan selalu ada yang baru dan yang lebih canggih dari sebelumnya dengan tujuan untuk memudahkan kehidupan dan kegiatan kita. Seperti komunikasi sosial berita hiburan, bekerja, usaha, belanja, belajar juga keuangan.


Menurut Gebryn Benjamin Lead Creative & Marketing Strategy saat menjadi nara sumber di Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Badung, Bali, Jumat 24 September 2021, setiap masa terjadi perubahan generasi dengan karakteristik berbeda


“Terjadi perubahan generasi, contohnya ada generasi A, ada generasi Z dan generasi X. Perlahan dan pasti generasi yang lebih muda mulai mengambil alih peran dan menggantikan generasi sebelumnya,” ujar Gebryn dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.
Dijelaskan juga oleh Gebryn bahwa beda generasi terletak pada pola karakternya dan biasanya dipengaruhi antara lain oleh kondisi politik, budaya, sosial, ekonomi, teknologi dan sebagainya.

Generasi A & Z biasanya disebut dengan generasi emas karena masih muda-muda. Khusus generasi A (Alpha atau Alfa) yang diprediksi akan menjadi generasi tercanggih, lahir di antara tahun 2010 sampai 2025
Penamaan Alfa dibuat berdasarkan alfabet Yunani dan sesuai alfabet Alfa dipilih karena generasi yang lahir sebelumnya telah menggunakan nama generasi Z. Dan setiap minggu sekitar 2,5 juta generasi Alfa lahir di dunia dan diprediksi jumlahnya akan mencapai 2 miliar pada 2025.


Mari kita pahami karakter generasi Alfa dan bagaimana cara tepat mendidik mereka agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya di masa depan. Karakter gen Alpha adalah sebagai generasi digital paling native dan gadget sudah bagian dari hidup mereka sepenuhnya dari mereka lahir. Pendidikan dan kehidupan sosial mereka berbeda. Mulai dari gaya belajar materi yang dipelajari di sekolah sampai dengan pergaulan mereka sehari-hari.


“Ruang dan waktu tidak lagi menjadi batas antara jarak semakin tidak berarti pergaulan tidak lagi ditentukan dari faktor lokasi,” katanya.
Sebagai bahan perbandingan antara Gen Z dan Gen A, pada Gen Z mengendalikan masa kini dan mengenal komputer dan internet sejak kecil, touch screen generation FOMO nasional dan cenderung mengikuti influencer mereka serta multitasking lewat foto dan video ditambah lagi pelaku aktif digital.


Sementara untuk Gen A merupakan kendali masa depan, mengenal komputer internet dan IOT sejak kecil, multisensori generation, FOMO (global) dan takut akan ketinggalan tren. Generasi A juga cenderung mengikuti orang dan lingkungan terdekat, multitasking multi language foto dan video dan coding juga menjadi pelaku perubahan digital.


Selain Gebryn, juga hadir pembicara lain yaitu Ika Febriana Habiba CX Manager, I Nyoman Haryantara, S.PD Guru SMPN 4 Petang & Duta Rumah Belajar Nasional dan Sondang Pratama seorang Sutradara sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.(*)


Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …