Jaga Baik-baik, Kenali Dua Jenis Data Pribadi!

Lombok Barat -Kebocoran data pribadi di dunia digital tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Penyebabnya bisa bermacam-macam, entah karena kesengajaan, keteledoran atau bisa juga bocor karena peretasan.
Padahal ada ragam ancaman kejahatan digital akibat dari kebocoran data pribadi.
Berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/9/2021), Ilham Faris, Digital Strategist, mengatakan beberapa potensi kejahatan kebocoran data pribadi adalah jual beli data, pengambil alihan akun, intimidasi hingga perundungan dunia maya, kepentingan telematketing, profiling target politik, hingga yang sedang ramai saat ini, pendaftaran akun pinjaman online.
Lebih lanjut, Ilham Faris juga membagikan dua jenis data pribadi yaitu data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi yang bersifat spesifik.
Beberapa data pribadi yang bersifat umum adalah;

  1. Nama lengkap
  2. Jenis kelamin
  3. Kewarganegaraan
  4. Agama
  5. Data yang dikombinasikan untuk identifikasi seseorang.

Sementara data pribadi yang bersifat spesifik adalah;

  1. Informasi kesehatan
  2. Data biometrik seperti sidik jari, iris mata, bentuk wajah dan tinggi badan.
  3. Data genetika
  4. Orientasi seksual
  5. Pandangan politik
  6. Catatan kejahatan
  7. Data anak
  8. Data keuangan pribadi
  9. Dan data lain sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kalau data spesifik ini bocor, berpotensi terjadinya kejahatan berbasis data-data pribadi. Selain itu kita juga mesti ingat kita tidak bisa membagikan data orang lain tanpa kepentingan dan persetujuan yang bersangkutan,” kata Ilham Faris.
Ilham Faris mengatakan bagaimana media sosial bisa menjadi platform membagikan data pribadi.
Misalnya dengan curhat secara berlebihan di media sosial. Secara gamblang, Ilham Faris mengatakan bagaimana curhat secara berlebihan dapat menjadi celah tanpa sengaja kita membagikan data pribadi diri sendiri atau juga orang lain.
“Hati-hati saat curhat. Kita juga harus peduli dengan orang di media sosial. Kita harus punya empati dan menjaga perasaan orang-orang yang kita ikuti dan mengikuti kita,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ilham Faris membagikan hal-hal apa saja yang baiknya dilakukan di ruang digital. Hal tersebut adalah:

  1. Hanya berbagi berita positif atau berita baik
  2. Hormati orang lain bahkan jika berbeda pendapat
  3. Verifikasi semua permintaan data pribadi
  4. Berhati-hati dengan link mencurigakan
  5. Jangan asal buka alat penyimpanan memori secara sembarangan

Selain Digital Strategist Ilham Faris, hadir pula dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/9/2021), yaitu peneliti dan dosen Cenuk Sayekti, pegiat media sosial Lombok Sudarmaji dan Wicha Riska sebagai key opinion leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …