Gawat! Ini Tiga Jenis Kecanduan Internet yang Mengintai Masyarakat

Jayapura -Kecanduan internet menjadi salah satu dampak buruk berkembangnya teknologi. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami kecanduan internet.


Berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (23/9/2021), Ainun Auliah sebagai key opinion leader mengatakan pemberitaan tentang kecanduan internet di masyarakat semakin sering.


“Bahaya kecanduan internet ini nggak cuma terjadi pada anak-anak masalahnya, tapi juga orang dewasa. Kan ada berita pasangan cerailah, KDRT-lah, karena kecanduan internet,” tuturnya.


Ainun Auliah mengatakan penyebab kecanduan internet terbagi tiga berdasarkan jenisnya. Apa saja?

  1. Media sosial
    Menurut Ainun Auliah, kecanduan media sosial merupakan jenis kecanduan internet yang umumnya terjadi pada remaja dan dewasa muda.
    Kecanduan media sosial membuat seseorang menghabiskan banyak waktu di dunia maya, baik itu mengunduh maupun mengunggah foto, ataupun hanya sekadar menjelajah.
    “Dampak buruknya itu kalau kecanduan medsos, kita jadi lupa bersyukur karena keseringan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” paparnya.
  2. Online shop
    Online shop menjami solusi belanja praktis tanpa perlu keluar rumah. Meski begitu, Ainun Auliah mengatakan kecanduan online shop pun rentan terjadi, yang bisa menyebabkan seseorang melakukan pemborosan.
    “Kalau kecanduan online shop udah parah deh, nggak bisa lagi membedakan makan kebutuhan mana keinginan, jadinya boros banget,” tambahnya.
    Kecanduan online shop bahkan bisa membuat seseorang terjerat hutang, karena adanya fitur paylater yang memberikan pinjaman.
  3. Game online
    Kecanduan game online dikatakan Ainun Auliah lebih rentan terjadi pada anak. Jika kecanduan game online, anak bisa mengalami penurunan prestasi di sekolah hingga cuek dengan keluarga.
    “Anak bisa lupa makan, lupa belajar, lupa berkomunikasi kalau sudah kecanduan game online. Makanya penting bagi orangtua mengawasi penggunaan gadget pada anak,” terangnya.
    Selain kecanduan, internet juga bisa menyebabkan seseorang menjadi korban serangan peretas alias hacker. Dr. Aripin, SH.MH (Eksekutif direktur INCCA) pun membagikan tips-tips menghindari peretasan yang bisa dilakukan dengan mudah.
    Pertama adalah selalu menjaga data pribadi, dengan tidak mengunggah informasi penting seperti KTP dan KK, serta kode OTP dan pin ATM. Kedua, gunakan password yang kuat dan kompleks untuk berbagai macam akun yang Anda gunakan. Ketiga, adalah mengaktifkan enkripsi atau pengamanan informasi pada perangkat dan gadget yang digunakan. “Jangan lupa periksa perizinan aplikasi yang diinstal dan tidak sembarangan menggunakan jaringan wifi serta bluetooth,” tuturnya.
    Webinar kali ini juga menghadirkan Azizah Zuhriah (Manager at Alhikmah Coop) dan Evelin Marani (Staf akademik program studi Ilmu Pemerintahan Fisip UNCEN).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Check Also

Jalin Sinergitas, Polda Bali Adakan Pertemuan dengan Biro Hukum dan Ham Provinsi Bali

DENPASAR – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kepala Bagian Bantuan …