Bahaya dan Cara Atasi Kecanduan Internet Era Digital

Karangasem – Media sosial memang memberikan dampak positif. Meski begitu, nyatanya media sosial mampu membuat penggunanya kecanduan. Menurut Griffiths, adiksi internet merupakan penggunaan internet yang bersifat patologis, ini ditandai dengan ketidakmampuan individu memaksimalkan waktu dalam menggunakan internet, dan merasa dunia maya lebih menarik daripada kehidupan dunia nyata.
Yulia Dian, seorang social media specialist mengatakan pendapat Griffiths tersebut juga dikenal dengan internet addiction disorder. Dengan demikian, kecanduan internet ini dikatakan sebagai suatu dampak negatif dari penggunaan internet. Yulia memaparkan, penelitian di UC Berkley University menyatakan seseorang bisa kecanduan karena kebiasaan yang dilakukan.


“Informasi khusus dari internet dapat merangsang sistem dopamin pada manusia. Ini sama rasanya seperti kita mengonsumsi junk food, minuman beralkohol, atau saat kita mendapat uang,’ tutur Yulia dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (20/9/2021).


Lanjutnya, pada saat kita menerima informasi yang banyak, dopamin yang mempengaruhi emosi bahagia menjadi berlimpah. Hal itu menyebabkan seseorang senang berjam-jam menggunakan internet.


Banyak orang menggunakan internet dan menghabiskan waktu cukup lama di dalamnya sebagai pelarian dari dunia nyata. Selain itu, adanya respon biokimia dari otak yang menghasilkan hormon bahagia, rasa malu yang berlebihan di dunia nyata dan profil anonim di dunia maya, serta sifat serba instan dari internet. Kemudian, internet disorder ini berhubungan dengan kecemasan dan depresi. Di mana para penderita menggunakan internet untuk meringankan perasaan mereka.
Secara emosional, gejala kecanduan internet ini menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan ketidakjujuran. Adanya perasaan depresi atau kesepian, dan euforia berselancar di internet yang berlebihan. Sementara itu, ciri fisiknya terdapat gangguan tidur, nurtisi buruk, sakit kepala, obesitas, dan lainnya.


Efek ketika kita merasakan kecanduan ialah timbulnya berbagai masalah pribadi. Individu yang kecanduan internet pun lebih senang menyendiri, merasa depresi, dan tidak nyaman secara fisik diikuti dengan masalah kesehatan.
“Cara utama untuk mengatasi kecanduan adalah sadar diri. Ketika sudah sadar mengalaminya dan mau meminta pertolongan ada beberapa hal yang bisa dilakukan,” jelasnya.
Hal tersebut yaitu membatasi penggunaan internet dan lakukan detoks secara berkala. Misalnya menahan diri untuk tidak membuka platform digital seperti media sosial dan e-commerce. Alternatif lain kita bisa membaca literatur, mencari hiburan di dunia nyata, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan mengatur prioritas aktivitas online.

Dian mengatakan, jangan pernah merasa malu untuk meminta bantuan profesional ketika kita telah merasa kecanduan internet.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (20/9/2021) juga menghadirkan pembicara, M. Randy Mandala (IT RS Anggrek Mas), Christian Tonyjanto (Dosen/Profesional), dan Sri Rahma Dani (Key Opinion Leader).


Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Check Also

Pantau Kebutuhan Daging saat Idul Adha, Polda Bali Datangi Tempat Pemotongan Hewan

DENPASAR – Personel Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali mendatangi salah tempat pemotongan hewan …