Ketahui Dua Cara Melapor Tindak Kejahatan Siber

Kejahatan siber atau cybercrime merupakan bentuk tindak kejahatan yang dilakukan di dunia digital dan dapat merugikan korbannya.

Dikatakan oleh konten kreator digital Alaika Abdullah, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berserta beserta badan lainnya, telah mengatur wadah untuk masyarakat melaporkan tindak kejahatan siber.

“Wadah ini sebagai tempat masyarakat menyampaikan laporan terkait kejahatan siber dalam rangka menumpas aksi kriminalitas di dunia maya,” kata Alaika dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (21/9/2021).

Ia melanjutkan, ada dua cara melapor tindak kejahatan siber yaitu secara offline dan online. Secara offline, masyarakat atau korban kejahatan siber bisa mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau kantor polisi unit SPKT Polres atau Polda.

Beberapa syarat dan ketentuan pelaporan yang harus dilengkapi adalah;

– [ ] Membawa barang bukti sesuai dengan yang dialami korban. Misal penipuan online. Bawa bukti berupa tangkapan layar barang transaksi atau bukti pembayaran serta bukti percakapan saat proses pembelian.

– [ ] Setelah itu, laporkan pada petugas di unit SPKT.

– [ ] Ikuti prosedur yang berlaku di sana.

– [ ] Polisi kemudian akan membuat laporan dan pelapor akan diarahkan untuk mengikuti langkah selanjutnya.

Selain secara offline, masyarakat juga bisa melaporkan tindak kejahatan siber secara online atau daring dengan melaporkan kasus ke laman-laman berikut ini;

https://patrolisiber.id/report/my-account milik Patroli Siber

https://layanan.kominfo.go.id/microsite/aduan-brti milik BRTI Kominfo khusus aduan spamming

https://cekrekening.id/home dari Kominfo untuk memantau penipuan online shop

https://latihan.lapor.go.id/ milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Aplikasi dan atau laman  https://www.kredibel.co.id/search untuk melihat kredibilitas online shop dan terakhir, media sosial @indonesiablacklist di Instagram.

“Laporan secara online ini untuk tingkat kerugian yang tak seberapa. Tapi kadang kita juga perlu bicara langsung dengan pihak berwenang agar kita bisa lebih teredukasi,” tambah Alaika Abdullah.

Ia menambahkan, kejahatan siber tidak terlihat secara langsung tapi kerugiannya bisa sangat dirasakan.

“Kejahatan siber jarang bisa dilihat secara langsung dan kadang terjadi tanpa kontak atau komunikasi langsung. Tiba-tiba data sudah tercuri. Meski tidak terlihat, efeknya besar sekali,” tutup Alaika.

Selain Alaika Abdullah, hadir pula dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (21/9/2021) yaitu Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma Astried Finnia Ayu Kirana, Komisioner KPU Biak Numfor Yemima Marcela Msiren dan KOL Eryvia Maronie.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.